Jadikan Seafood Menu Wajib Tiap Minggu

Pilihan makanan hasil laut selalu menjadi jenis makanan yang disukai oleh hampir semua orang. Selain rasanya nikmat, seafood juga sumber protein yang sangat baik. Bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan sumber protein lain yang berasal dari darat atau air tawar.
Menurut jenis dan asalnya, seafood dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, tetap disebut seafood, terdiri atas berbagai jenis ikan laut. Kelompok kedua disebut shellfish, yang hidup di laut, pantai, dan estuarium (muara sungai). Makanan yang masuk dalam golongan shellfish adalah kerang, moluska (seperti timun laut), kelompok crustacean (udang dan kepiting), dan cumi-cumian. Secara umum, semuanya bisa kita sebut dengan istilah "seafood" saja.

 

Manfaat sehatnya
Kandungan asam amino yang lengkap membuat seafood sangat kaya nutrisi. Salah satu nutrisinya yang terkenal adalah asam lemak tak jenuh ganda seperti Omega-3. Selain itu, seafood juga kaya akan vitamin dan mineral. Tak heran, banyak penelitian membuktikan bahwa seafood mampu menurunkan risiko berbagai penyakit seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kanker. Penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care bulan Februari 2010, menyebutkan bahwa konsumsi ikan dapat memberi perlindungan terhadap risiko diabetes.
Penelitian lain yang dirilis oleh British Medical Journal tahun 2002 mengungkapkan bahwa wanita hamil yang kurang asupan asam lemak Omega-3 dari ikan laut dalam, mengalami peningkatan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir bayi yang kurang. Supaya keuntungan sehat seafood tetap terjaga, kita wajib memahami seluk-beluk pemilihan, pengolahan, dan cara mengonsumsinya.
Wajib setiap minggu
Saat ini, banyak makanan laut yang sudah tercemar dengan methyl mercury
(air raksa organik). Kadar pencemaran pada setiap hewan laut berbeda-beda, tergantung lingkungan, usia, dan sifat pemangsanya. Pemangsa besar dan berumur panjang, seperti ikan hiu dan marlin, lebih banyak terpapar air raksa dibandingkan dengan hewan laut kecil berumur pendek seperti kerang-kerangan dan udang.
Seafood yang tercemar air raksa dapat menyebabkan keracunan. Gejala keracunan merkuri pada orang dewasa adalah kesemutan, serta gangguan keseimbangan dan gangguan sensor tubuh. Pada janin, merkuri dapat mengakibatkan gangguan perkembangan kognisi dan otot syaraf. Sedangkan efek negatif paparan merkuri tingkat rendah jangka panjang, hingga saat ini masih belum jelas.
Selain merkuri, ada juga kecurigaan bahwa banyak hewan laut yang terkontaminasi zat kimia limbah industri (PCB atau polychlorinated biphenyls). Sebenarnya, senyawa ini sudah tidak boleh beredar lagi, tapi kontaminasinya masih berlangsung sampai sekarang. PCB bersifat karsinogenik alias dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker.
Untunglah, Journal of the American Medical Association tahun 2006 menyatakan bahwa risiko kita terkena kanker karena mengonsumsi seafood masih sangat kecil jika dibandingkan dengan keuntungan sehat yang akan kita dapatkan.
Jadi, tetaplah jadikan seafood sebagai menu wajib sebanyak 1-2 porsi setiap minggu. Yang penting, perhatikan jenis seafood yang akan kita olah. Jangan memilih yang kadar kontaminasinya besar, terutama bagi wanita yang sedang hamil.

Sumber : kompas.com

Menyiapkan Sarapan Cepat dan Sehat (Breakfast)

Jika Ibu Anda sering mengatakan, makan pagi merupakan salah satu waktu makan yang paling penting, hal itu diamini oleh para peneliti.

 Terkadang waktu yang terbatas sebelum beraktivitas, seringkali membuat orang melewatkan sarapan pagi. Padahal perut yang lapar, dapat memecah konsentrasi saat belajar ataupun bekerja.
  1. Penuhi meja makan Anda dengan berbagai pilihan makanan sehat untuk sarapan pagi.
  2. Pada waktu malam, sebaiknya siapkan peralatan sarapan. Keluarkan piring dan peralatan makan lain, potong-potong buah yang akan disajikan dan persiapan lain.
  3. Bangunkan semua orang di rumah minimal 10 menit lebih awal dari biasanya untuk memastikan waktu yang cukup untuk sarapan.
  4. Ajak anak-anak untuk menyiapkan sarapan atau merencanakan menu sarapan.
  5. Nikmati sarapan pagi sehat yang dapat Anda pegang di dalam kendaraan seperti buah-buahan, yoghurt atau sereal dalam mangkuk yang dapat dibawa.
Sumber : Republika.co.id

Mau Tetap Cantik Dengan Yogurt?

Yoghurt dikenal baik untuk kesehatan ataupun kecantikan. Minuman yang diciptakan dari fermentasi susu ini, menurut penelitian, lebih mudah dicerna oleh usus, terutama oleh orang-orang yang alergi terhadap laktosa (zat yang terkandung dalam susu biasa).


Selain untuk kesehatan tubuh, yoghurt juga bermanfaat untuk menjaga kehalusan kulit. Perawatan kulit menggunakan yoghurt pun dapat dilakukan dari luar. Beberapa penelitian membuktikan, membersihkan kulit dengan yoghurt lebih baik dibandingkan mandi dengan sabun atau shower gel karena yoghurt tidak membuang pelembab alami yang ada di permukaan kulit. Enaknya lagi, Anda bisa menggunakan produk-produk yoghurt yang sama dengan yang Anda konsumsi untuk scrub atau masker, tapi sebaiknya gunakan yang tanpa rasa (plain).
Yoghurt bisa Anda gunakan untuk merawat kecantikan dari ujung kepala sampai ujung kaki, berikut di antaranya:
Rambut. Jika rambut Anda kasar dan bercabang, campurkan yoghurt dengan telur, lalu oleskan secara merata pada rambut dan pijat-pijat supaya meresap ke kulit kepala. Diamkan selama 15 menit sambil dibungkus dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat. Setelah itu, bilas dengan air dingin dan keramas seperti biasa.
 

Wajah. Untuk mendapatkan kulit wajah yang mulus, Anda bisa menggunakan masker yoghurt secara teratur. Caranya dengan mencampurkan yoghurt dengan satu sendok makan madu dan minyak zaitun. Oleskan pada wajah dan leher. Diamkan selama beberapa menit, dan bilas dengan air hangat.
Kulit. Scrub yoghurt sangat bermanfaat untuk membuang kulit mati pada tubuh. Campurkan yoghurt pada air mandi hangat-hangat kuku Anda. Selain bisa membuat kulit tubuh lebih kenyal, kulit Anda pun lebih bersinar.

Sumber : Kompas.com

Kuras Racun dengan Asparagus

Kandungan gizi asparagus sangat baik (excellent). Sayuran ini membantu pertumbuhan anak-anak, menangkal berbagai penyakit degeneratif, dan dapat menyenangkan hati.

Nama asparagus langsung diambil dari bahasa Latinnya, yaitu Asparagus officinalis yang termasuk ke dalam famili Asparagaceae dan genus Asparagus. Dalam bahasa Yunani, asparagus disebut aspharagos, sedang dalam bahasa Persia, dikenal dengan asparag yang berarti tumbuh.


Asparagus merupakan sejenis sayuran yang merupakan tanaman berumah dua. Artinya, tanaman ini ada yang jantan dan ada yang betina. Asparagus berasal dan banyak ditanam di Amerika, khususnya Amerika Utara, antara lain Lembah California, Sacramento, New Jersey, Carolina Selatan, dan Illinois. Rebung asparagus yang diambil sebagai sayuran adalah rebung yang besar berwarna putih, lunak, dan gemuk.

Lahan yang dibutuhkan oleh sayuran asparagus adalah dataran tinggi dengan ketinggian 600-900 m di atas permukaan laut. Asparagus dapat tumbuh optimal pada suhu antara 15-25 derajat Celsius dengan curah hujan yang cukup banyak dan merata sepanjang tahun, yaitu berkisar antara 2.500-3.000 mm/tahun.

Karena itu, syarat utama lahan harus dataran tinggi, berhawa sejuk, dan dekat sumber air agar kebutuhan air di musim kemarau tercukupi. Areal dengan kondisi seperti di atas jarang ditemukan di Indonesia.
 

Cegah Osteoporosis
Asparagus biasanya disajikan setelah direbus dan dikukus. Di Belanda, asparagus biasanya disajikan dalam bentuk pasta. Selain itu, asparagus biasanya diminyaki dengan olive oil dan dikonsumsi bersama keju. Asparagus yang disukai adalah yang bentuknya tidak terlalu panjang. Di Indonesia, asparagus biasanya disajikan dalam bentuk sup kepiting.

Asparagus merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai gizi yang sangat baik. Kandungan gizi asparagus dapat dilihat pada tabel. Asparagus merupakan sumber vitamin K, asam folat, vitamin C, dan vitamin A yang sangat luar biasa (excellent).

Konsumsi 1 cangkir asparagus dapat memenuhi 114,8 persen dari kebutuhan tubuh akan vitamin K setiap hari. Vitamin K berguna untuk pengeluaran protrombin yang diperlukan untuk pembekuan darah.

Selain itu, vitamin K juga diperlukan untuk pembentukan dan perbaikan tulang. Vitamin K dapat membantu proses sintesis osteocalcin yang dapat membantu mencegah osteoporosis.

Vitamin K memainkan peran penting di dalam saluran usus dan membantu mengubah glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan gusi, hidung, usus, dan saluran kencing.

Kadar asam folat pada asparagus mencapai 262,8 mkg per cangkir. Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi 1 cangkir asparagus telah dapat memenuhi 65,7 persen kebutuhan tubuh akan asam folat setiap hari.
 


Sifat Diuretik
Asparagus dapat disajikan panas ataupun dingin. Namun, pada proses pengolahan sebaiknya hindari peralatan masak yang menggunakan besi karena kandungan tanin akan bereaksi dengan besi dan menyebabkan perubahan warna pada asparagus.
Asparagus yang baik mempunyai bentuk melingkar. Asparagus putih mempunyai flavor yang lebih lembut dibandingkan dengan asparagus hijau. Di pasaran saat ini juga terdapat asparagus ungu yang lebih terasa seperti buah dibanding asparagus putih maupun hijau.

Untuk menghasilkan flavor yang terbaik, konsumsi asparagus sebaiknya dilakukan sehari atau dua hari setelah dibeli. Asparagus sebaiknya disimpan dalam refrigerator (lemari pendingin). Hindari pencahayaan lampu atau sinar matahari saat penyimpanan karena akan merusak struktur asam folat pada asparagus.

Asparagus mempunyai sifat diuretik yang sangat baik. Hal itu disebabkan kandungan asam amino asparagin di dalamnya. Sifat diuretik tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguras komponen toksik (racun) yang ada di dalam tubuh, yaitu melalui urin.

Namun, konsumsi asparagus berlebih dapat menyebabkan urin (air kencing) menjadi berbau tidak sedap. Hal itu disebabkan kombinasi methyl mercaptan dengan S-methyl-thioacrylate dan S-methyl-3- (methylthio)thiopropionate.

Penderita gout atau asam urat disarankan untuk tidak mengonsumsi asapargus secara berlebihan. Hal itu disebabkan kandungan purinnya yang cukup tinggi.

Sahabat Hati
Asparagus juga diunggulkan sebagai bahan pangan yang kaya akan triptofan, vitamin B1, B2, B3, B6, mangan, serat pangan, tembaga, fosfor, kalium, dan protein (kategori very good). Kandungan gizi lain yang cukup potensial adalah besi, seng, magnesium, selenium, dan kalsium (kategori good).

Asparagus kaya akan triptofan yang biasanya banyak terdapat pada produk hewani, seperti daging dan telur. Triptofan merupakan asam amino penghasil serotonin, yaitu suatu hormon untuk mengendurkan saraf pada pusat otak. Itulah sebabnya, serotonin juga sering disebut sebagai hormon penidur.

Triptofan juga berfungsi untuk mengubah suasana hati, yakni makanan yang masuk ke dalam tubuh memiliki reaksi kimia yang dapat memengaruhi perasaan yang diproduksi otak. Bila perasaan positif, hidup pun jauh lebih bahagia.

Selain itu, asparagus juga kaya akan vitamin B kompleks dan sejumlah mineral yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan seratnya juga tergolong dalam kategori sangat baik.

Serat mempunyai manfaat untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar, sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat.

Sumber : Kompas.com

Cara Jitu Atasi Cegukan (hiccups)

Meski tidak berbahaya, cegukan sering membuat orang tidak nyaman. Terlebih lagi bila cegukan berlangsung lama hingga terkadang menjadi bahan ejekan bila mengeluarkan suara yang keras. Makanan tertentu dapat menghentikan cegukan seperti gula.

Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan. Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.

 


Selain itu, gas beracun, merokok, makanan dan minuman yang pedas juga terkadang menjadi pemicu cegukan. Begitu juga dengan makan-makanan yang dingin disambil dengan menyantap makanan panas.

Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman.

Cegukan juga disebabkan oleh iritasi saraf frenikus yang merupakan saraf motor ke diafragma yang membantu mengendalikan proses bernafas.

Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.

Dilansir Livestrong, Rabu (12/1/2011), berikut beberapa makanan yang bisa membantu menghentikan cegukan:

 


1. Gula
Menelan 1 sendok teh gula pasir kering, dapat membantu untuk menyembuhkan cegukan. Hal ini bekerja karena menelan bubuk butiran gula yang lengket dapat mengubah irama pernapasan, sehingga dapat bekerja menghentikan cegukan. Cegukan juga dapat berhenti karena adanya sensasi manis yang dirasakan ujung saraf di mulut, terutama pada bagian belakang lidah yang peka terhadap rasa asam.

2. Selai kacang
Satu sendok makan selai kacang juga bisa menyembuhkan cegukan. Alasannya sama, yaitu karena selai kacang yang begitu lengket sehingga bisa mengubah irama napas.

3. Jeruk nipis
Mengunyah seiris lemon segar dapat mengganggu pola impuls saraf vagus, yang dapat menghentikan cegukan. Selain menguyah, variasi juga bisa dilakukan pada irisan jeruk nipis, seperti mengisap seiris asinan jeruk nipis atau memakannya.

4. Air
Cukup minum segelas air dapat membantu menghentikan cegukan. Menelan air dapat mengganggu siklus cegukan dan menenangkan saraf. Berkumur dengan air juga dapat menyembuhkan cegukan.


Sumber : detikHealth

Bawang Putih Mampu Membersihkan Plak di Pembuluh Darah

Bawang putih lebih dikenal untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Peneliti menemukan mengonsumsi bawang putih bisa berfungsi membersihkan arteri atau pembuluh darah.

Bawang putih bisa memperlambat perkembangan aterosklerosis, yaitu suatu kondisi yang bisa menyebabkan plak dan berbahaya bagi pembuluh darah.
 

National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) menuturkan sejak ribuan tahun lalu masyarakat sudah memiliki kebiasaan mengonsumsi bawang putih karena dipercaya bisa menjadi obat.

Berdasarkan laporan dari University of Maryland Medical Center diketahui bahwa bawang putih memiliki kemampuan untuk menghancurkan plak yang terdapat di dalam dinding pembuluh darah, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (23/2/2011).

Beberapa studi yang dilakukan terhadap pasien aterosklerosis menunjukkan jumlah plak yang menurun ketika pasien diminta untuk mengonsumsi bawang putih dalam bentuk suplemen. Meski demikian diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dengan pasti bagaimana cara bawang putih menghancurkan plak.

Studi lain juga menemukan konsumsi bawang putih bisa membantu menurunkan kadar kolesterol darah total dan juga kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sehingga mengurangi risiko plak menumpuk di arteri.

Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Linus Pauling Institute menuturkan bahwa bawang putih juga memiliki kemampuan untuk mencegah pembekuan darah di arteri serta mengurangi jumlah trombosit dalam darah yang bergumpal.

Sedangkan bawang putih yang dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau minyak tampaknya juga efektif untuk mencegah penggumpalan darah di arteri yang bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Bila seseorang ingin mengonsumsi bawang putih untuk membersihkan arteri, UMMC menyarankan untuk konsumsi 2-4 siung bawang putih segar setiap harinya, atau bisa juga bawang putih tersebut dicampurkan dalam makanan.

Sumber : detikHealth